Biosecurity pada Peternakan

Pengertian Biosecurity

Biosecurity adalah beberapa prosedur atau usaha yang dilakukan untuk dapat mencegah kontak antara ternak dalam peternakan dengan agen atau sumber penyakit sehingga dapat menekan resiko dan konsekuensi penularan penyakit. Biosecurity merupakan perlindungan dari penyebaran penyakit infeksius, parasit, dan hama ke unit produksi ternak. Dengan demikian, biosecurity dapat dikatakan sebagai pertahanan terdepan pada suatu peternakan.

Banyak yang dapat menjadi sumber penyakit pada ternak di antaranya: ternak (ternak sakit, bangkai, ternak pembawa penyakit atau disebut ternak carrier), manusia (anak kandang, tamu), pakan, air minum, kotoran ternak, limbah peternakan, hama (rodensia seperti tikus dan bermacam-macam serangga), burung dan unggas lain (burung yang sering masuk ke area peternakan misalnya merpati dan burung liar), dan hewan-hewan lain (anjing, kucing, dan sebagainya).

Terdapat 2 aktivitas penting dalam pelaksanaan biosecurity yaitu:

1. Isolasi peternakan dari agen atau sumber penyakit yang berasal dari luar peternakan

2. Isolasi ternak dari agen atau sumber penyakit yang berada di lingkungan peternakan

Sumber gambar: http://www.uaex.edu/farm-ranch/biosecurity/images/sign-warning-biosecurity.jpg

 

Prinsip Biosecurity

Terdapat beberapa prinsip biosecurity dalam peternakan, yaitu isolasi, kontrol lalu lintas, sanitasi, dan kontrol hama. Berikut beberapa contoh pelaksanaan biosecurity yang dapat diaplikasikan di peternakan:

1. Isolasi

  • Isolasi bertujuan untuk mencegah bibit penyakit masuk ke dalam suatu peternakan (farm) dan menyebar keluar dari peternakan (farm).
  • Ruang lingkup isolasi meliputi waktu (misalnya istirahat kandang), jarak, dan penghalang (barrier) fisik.
  • Jarak antara peternakan satu dengan peternakan lain atau kompleks penduduk idealnya paling tidak 1 km.
  • Sebisa mungkin konstruksi peternakan dibuat agar ternak tidak mudah kontak dengan lingkungan luar misalnya dengan pembuatan pagar atau dinding yang membatasi peternakan dengan lingkungan luar.
  • Contoh lain penerapan prinsip isolasi untuk biosecurity misalnya penetapan akses karyawan atau pengunjung yang boleh masuk ke area peternakan/farm, pemeliharaan ayam broiler dengan sistem all in all out, atau one age farming (peternakan satu umur) pada farm ayam layer. Perlu juga ditetapkan area bersih (wilayah yang harus terjaga dari kemungkinan cemaran/ penularan penyakit, misalnya area kandang di mana ternak dipelihara di kandang tersebut dan sekitarnya) dan area kotor (wilayah yang kemungkinan banyak cemaran bibit penyakit, misalnya daerah di luar area kandang seperti kantor, gudang, dll). Biasanya antara area bersih dan kotor terdapat dinding atau sekat pemisah dan memiliki pintu yang dilengkapi alat desinfeksi untuk orang, alat, dll yang akan masuk dari area kotor ke area bersih. Pada pintu keluar biasanya juga terdapat pintu khusus untuk mendesinfeksi orang, alat, dll yang akan keluar untuk mencegah penyakit dari dalam peternakan keluar.

2. Kontrol lalu lintas

  • Kontrol lalu lintas meliputi penjadwalan dan pembatasan terhadap person (karyawan, anak kandang, pemilik, tamu) maupun kendaraan yang masuk ke peternakan, pengangkutan peralatan, pakan, hasil produksi (ternak, telur), dan limbah (kotoran dan limbah lainnya seperti bangkai ayam).
  • Transportasi kendaraan bisa dibuat jalur kotor dan jalur bersih untuk mengurangi kemungkinan masuknya penyakit ke peternakan. Bisa juga jalur kendaraan dibuat satu arah.
  • Pencegahan terhadap masuknya hewan lain baik itu hewan liar maupun domestik juga harus dilakukan karena bisa jadi hewan tersebut membawa penyakit. Untuk itu bangunan kandang didesain agar hewan lain seperti burung liar dan binatang pengerat tidak dapat masuk.
  • Jalan penghubung di dalam kandang perlu dibuat untuk mengangkut kebutuhan ternak agar petugas kandang tidak melewati sembarang tempat.
  • Jika melaksanakan pengontrolan terhadap beberapa kandang sekaligus dalam sekali waktu harus dimulai dari kandang ternak yang paling muda (misalnya dari kandang ayam yang berumur paling muda ke kandang ayam yang lebih tua). Hal ini untuk mencegah agar penyakit dari ternak yang lebih tua menular ke ternak yang lebih muda mengingat kondisi ternak yang lebih muda lebih rentan penyakit daripada yang tua.

3. Sanitasi

  • Beberapa hal perlu diperhatikan terkait sanitasi di antaranya udara, air, pakan, peralatan, lingkungan, termasuk pekerja kandang dan tamu.
  • Tidak boleh ada penumpukan kotoran serta bahan dan peralatan yang tidak terpakai seperti peralatan, sisa pakan, sampah, dan sebagainya karena dapat menjadi sumber penyakit.
  • Penyemprotan desinfektan, pencelupan tangan dan kaki harus selalu dilakukan pada setiap orang yang masuk maupun keluar lokasi kandang. Jika mampu, sebelum masuk lokasi kandang harus mandi dan berganti pakaian agar tidak membawa penyakit dari luar masuk ke area peternakan.
  • Semua peralatan yang keluar masuk area kandang harus dipastikan sudah melalui proses sanitasi.
  • Dilakukan istirahat kandang setelah pembersihan kandang minimal 14 hari untuk memastikan desinfektan bekerja secara optimal.

4. Kontrol hama

  • Pembersihan area di sekeliling kandang (paling tidak 15 meter di sekeliling kandang) termasuk pemotongan/pembersihan rumput secara rutin agar tidak menjadi sarang penyakit karena bisa jadi agen-agen pembawa penyakit hidup di tempat ini.
  • Dilakukan program pembasmian serangga dan tikus secara rutin misalnya dengan fogging untuk membasmi serangga seperti nyamuk.

Biosekuriti (biosecurity) memang terlihat mudah untuk dilaksanakan, tetapi jangan sampai lengah. Karena sedikit mengabaikan biosecurity, berbagai hal yang dapat mengancam dapat masuk kapan saja ke peternakan.

 

Tanda Lemahnya Biosecurity

Beberapa tanda lemahnya biosecurity di antaranya:

1. masuknya penyakit yang belum pernah ada di peternakan,

2. penyakit yang ada di peternakan tidak juga hilang dari peternakan Anda dan cenderung berulang, atau

3. dua-duanya ada di peternakan Anda.

Untuk itu, perlu diperhatikan dengan seksama terkait biosecurity  agar peternakan dapat terhindar dari berbagai masalah khususnya masalah penyakit dan hama agar ternak tetap sehat dan nyaman tinggal di peternakan. Jika sudah begitu, produktivitas ternak akan maksimal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *