Burung Kicauan (2): Pengaruh Habitat Asal terhadap Karakter Burung

Tempat asal burung atau habitat asli burung kicauan berpengaruh terhadap kondisi burung, baik fisik maupun mentalnya. Hal tersebut akan membuat perbedaan terhadap kualitas jenis burung kicauan yang dipelihara. Untuk jenis burung kicauan hal tersebut dapat berpengaruh pada kualitas suara dan daya tahan ketika kontes.

http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2013/04/burung-pekakak-pemburu-ikan-7.jpg

Bentuk Fisik Burung

Perbedaan kondisi fisik berpengaruh terhadap karakter pada burung kicauan. Burung dari dataran rendah atau hutan terbuka yang tidak banyak ditumbuhi pohon besar biasanya memiliki ukuran tubuh yang panjang. Bentuk tubuh ini sesuai dengan aktivitasnya saat terbang atau makan yang tidak banyak hambatan.

Burung yang berasal dari lereng bukit berhutan lebat biasanya tubuhnya pendek dan gempal. Hal ini sesuai dengan kondisi lingkungan saat terbang atau mencari makan di daerah yang banyak hambatan seperti pohon. Bentuk tubuh ini juga sesuai untuk terbang naik turun atau zig zag saat terbang menghindari benturan dengan daun atau batang pohon. Selain itu, bentuk tubuh seperti ini juga cocok untuk menahan angina dari arah depan ketika naik atau terdorong angina dari belakang di bawah lereng bukit.

Bentuk ekor burung pun bervariasi, ada yang panjang, ada pula yang pendek, misalnya burung murai batu. Bulu ekor yang panjang biasanya dimiliki oleh murai batu yang berasal dari dataran tinggi dengan hutan lebat yang berisi beraneka ragam jenis pohon tinggi misalnya dari wilayah Jambi sampai Aceh. Murai batu ekor pendek biasanya berasal dari Sumatera Selatan, Bengkulu, sampai ke Lampung dan Kalimantan (murai borneo). Murai ekor pendek umumnya juga berasal dari pulau-pulau kecil yang menghuni daerah pinggir pantai. Terdapat pula murai berekor lancip. Murai ini biasanya menghuni daerah dekat pantai yang anginnya cukup kencang. Ada juga murai yang memiliki ekor bercabang dua yang biasanya menghuni daerah rawa seperti murai batu asal Riau.

 

Tipe Suara Burung

Lingkungan tempat burung hidup dan berkembang biak membuatnya memiliki karakter suara beragam yang terdiri atas jenis suara keras, basah, atau kering.

1. Tipe Suara Keras

Burung murai batu, kacer, toet, cucak ijo, dan kenari memiliki tipe suara keras. Keunggulan burung dengan tipe suara keras adalah burung diharapkan mampu memperdengarkan variasi kicauan yang lebih tegas dan jelas. Selain itu, dengan tipe suara keras ini, suara andalannya (senjata suara) dapat ditonjolkan. Sebagai perbandingan, murai batu asal Danau Ranau (Lampung), Lahat (Sumatera Selatan), Pulau Dabo Singket dan Bukit 12 (Jambi), Pasaman (Padang), atau Rantau Parapat (Sumatera Utara) rata-rata memilki suara kicauan keras.

2. Tipe Suara Basah

Burung murai batu yang berasal dari daerah Bahorok Langkat (Sumatera Utara), Aceh, dan Bengkulu, suara kicauan yang dimiliki sebagian besar cenderung basah dan berat, sedangkan murai batu borneo memiliki suara kicauannya yang termasuk basah dan tipis. Kelemahan tipe suara basah adalah untuk burung yang memiliki tipe suara basah, terlebih dengan volume besar, umumnya kurang baik dalam menyuarakan senjata andalannya.

3. Tipe Suara Kering

Burung murai pagai asal lepas pantai di Padang memiliki tipe suara yang kering dan cenderung kotor. Hal itu diduga karena terpaan angin laut setiap hari. Burung anis merah asal Tasikmalaya (Jawa Barat), suaranya kering tetapi bersih. Hal itu membuatnya bersuara tajam dan banyak diburu. Kelemahan tipe suara kering adalah tipe suara kering tergolong kurang baik dalam menyuarakan suara andalannya dengan suara panjang atau senjata suaranya terdengar pendek. Selain kering, suara kicauannya yang disuarakan cenderung pendek dan terputus.

 

Mental Bertarung

Asal burung mempengaruhi mental tempur burung ketika dikonteskan. Contohnya murai batu dan kacer asal tangkapan liar, memiliki karakter keras dan bertipikal fighter atau petarung sejati. Sifat burung dapat dibentu oleh alam. Burung yang berasal dari dalam hutan umumnya jauh lebih bermental kuat daripada burung dari pinggir hutan, perkebunan, terlebih  burung yang ada di sekitar pemukiman penduduk. Di hutan, berlaku hukum rimba “siapa yang kuat, dialah yang menjadi raja”. Persaingan dalam mencari makanan serta menentukan batas teritorialnya cukup tinggi. Burung kicauan di alam tidak hanya harus memperebutkan dengan sesama jenisnya, bahkan tidak jarang lebih dulu bertarung dan saling menyisihkan dengan burung jenis lainnya. Jadi, sangat wajar apabila mentalnya tetbentuk dengan baik.

 

Daya Tahan

Daya tahan burung ketika dikonteskan berkaitan dengan kondisi fisik dan juga dipengaruhi oleh wilayah huniannya. Fisik burung kicauan liar jauh lebih baik daripada hasil penangkaran karena fisiknya sudah tertempa di habitatnya, sedangkan burung hasil penangkaran tidak pernah mendapatkan kebebasan bergerak. Umumnya, daya tahan tubuh burung liar dari lereng pegunungan lebih baik daripada yang berasal dari dataran rendah.

 

Pengaruh geografis asal burung terhadap karakter burung memang sangat erat karena memang karakter burung terbentuk saat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tetapi, untuk kualitas burung kicauan yang maksimal, faktor perawatan tidak boleh dilupakan karena merupakan salah satu kunci keberhasilan saat pemeliharaan maupun saat kontes. Burung kicauan dengan karakter bawaan yang baik tidak akan bisa maksimal jika tidak dirawat dengan baik. Burung kicauan ini harus tetap mendapat perawatan yang baik seperti kesehatan, pakan, minum, kandang, dan pemberian suplemen burung kicauan atau vitamin burung kicauan agar potensi terbaiknya dapat dikeluarkan.


Info Produk:

RoyalBird PS  RoyalBird PB

RoyalBird PB (Pemakan Biji) merupakan suplemen khusus untuk burung pemakan biji-bijian dengan komposisi kompleks seperti vitamin, mineral(makro, mikro, trace), prebiotik, asam amino, asam organik, antioksidan, enzim, nukleotida, dan plant sterol. Formulasi bahan pilihan yang tepat menghasilkan suplemen berkualitas untuk meningkatkan performa burung.

Suplemen burung kicauan RoyalBird PS (Pemakan Serangga) merupakan suplemen khusus untuk burung pemakan serangga (murai batu, anis merah, cucak rowo, jalak suren, kacer, dll) dan RoyalBird PB (Pemakan Biji) merupakan suplemen khusus untuk burung pemakan biji-bijian (kenari, gelatik, blackthroat, branjangan, heder sanger, perkutut, lovebird, dll). Suplemen burung Royal Bird memiliki komposisi kompleks seperti vitamin, mineral (makro, mikro, trace), prebiotik, asam amino, asam organik, antioksidan, enzim, nukleotida, dan plant sterol. Formulasi bahan pilihan yang tepat menghasilkan suplemen berkualitas untuk meningkatkan performa burung.

Manfaat:

  • Meningkatkan kesehatan
  • Mencegah stres dan penyakit
  • Menjaga kerja fisiologis tubuh
  • Meningkatkan performa burung (rajin berkicau, suara nyaring, bulu halus dan mengkilap)

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut ROYAL BIRD PS – Suplemen Burung Pemakan Serangga

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut ROYAL BIRD PB – Suplemen Burung Pemakan Biji

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *