Burung Kicauan (3): Murai Batu

Murai batu termasuk salah satu burung dengan suara kicauan terbaik di dunia. Eksistensi burung murai batu di arena kontes tidak pernah goyah sejak tahun 70an. Burung murai batu memiliki daya tarik tersendiri terutama oleh kalangan atas mengingat harga burung murai batu yang bisa dibilang cukup mahal untuk kalangan tertentu.

http://www.situsburung.com/wp-content/uploads/2015/12/Gambar-Murai-Batu-Medan-500x393.jpg

Murai batu dengan ciri khasnya dihargai cukup tinggi oleh para kicau mania. Harga murai cukup tinggi dan bisa berubah ubah bahkan akan semakin tinggi jika pernah atau berkali-kali menjadi jawara di arena kontes. Harga murai calon pejantan yang secara fisik dan suaranya cukup baik di atas Rp 5.000.000,00 per ekor. Burung murai medan dan murai asal daerah lain dari Sumatera harganya sekitar 1,5 – 2 juta/ekor untuk jantan yang kualitasnya baik. Harga murai betina hasil penangkaran peternak umumnya Rp 1,5 – 5 juta/ekor. Penangkar atau breeder umumnya membandrol cukup tinggi karena tidak berniat menjual dan akan dipakai sendiri. Murai betina bakalan hasil buruan liar di habitatnya, terutama murai betina asal Medan dan Aceh, harganya di atas Rp 500 ribuan per ekornya. Pasangan murai yang sudah berjodoh dan siap kawin, harga yang ditawarkan peternak tergantung dari kualitas indukannya. Harga pasangan indukan yang sudah siap kawin dan pernah berproduksi sekitar Rp 15 – 25 juta/ekor. Untuk pasangan indukan unggulan dan pernah berprestasi di arena kontes, harganya bisa lebih besar dari itu.

Harga burung murai batu yang sangat tinggi bahkan mencapai ratusan juta rupiah membuat murai batu banyak diburu oleh para kicau mania sehingga keberadaannya menjadi langka ada di pasaran. Hal itu mendorong beberapa kalangan (murai batu mania dan para pemodal besar) untuk menangkarkannya. Oleh karena itu, sekarang kualitas murai batu yang dikonteskan tidak sebagus dan sebanyak masa-masa sebelumnya. Tetapi, hal itu tidak menghalangi murai batu tetap menduduki posisinya sebagai burung kicauan kelas atas.

 

Habitat Alami Murai Batu

Murai batu hidup dan berkembang biak di berbagai wilayah hunian, terutama di sepanjang pulau Sumatera, Kalimantan dengan tanah gambutnya, sampai ke Malaysia Timur. Daerah pulau Jawa yang banyak terdapat gunung berapi aktif juga banyak terdapat murai batu dengan ras berbeda dari pulau Sumatera. Burung ini dapat dikatakan sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Habitatnya bisa di hutan primer sampai hutan terbuka penuh semak belukar. Daerah lain yang menjadi hunian burung murai batu seperti perkebunan sawit dan karet, dari dataran rendah sampai lereng pegunungan atau kaki bukit, bahkan tidak jarang menghuni daerah tebing terjal.

http://www.burunghobi.com/wp-content/uploads/2016/01/Ciri-murai-batu-berdasar-ekor_compressed.jpg

 

Kebiasaan Hidup Murai Batu

Murai batu terkadang terlihat berpasangan, tetapi tidak jarang ditemukan sendirian. Murai batu termasuk kategori burung petarung atau fighter. Karakternya galak, terutama dengan sejenisnya. Di alam bebas, murai batu dalam satu wilayah memiliki seekor pejantan pemimpin yang akan tergantikan jika mati atau kalah bersaing dengan jantan pendatang baru.

 

Asal Burung Murai Batu Pilihan Kontes

Murai batu untuk kontes banyak diminati yang berasal dari Sumatera. Dulunya, murai batu asal Medan lebih difavoritkan, tetapi saat ini sudah bisa digantikan dengan murai batu asal Aceh, Pasaman (Sumatera Barat), dan wilayah Bukit Dua Belas dan Gunung Mesurai (Jambi), serta Lahat dan daerah lain di Sumatera Selatan. Masing-masing murai batu dari daerah tersebut memiliki kualitas yang tidak sama baik fisik, penampilan, maupun suaranya.

 

Perawatan Harian Murai Batu

Setiap pemilik murai batu pasti memiliki teknik perawatan harian masing-masing. Perawatan harian dilakukan agar burung murai batu bisa tampil dengan baik ketika dikonteskan. Setidaknya, pakan teratur dan porsinya dibatasi serta divariasikan.

 

Pakan

  • Pakan untuk burung murai batu jangan sampai berlebihan agar dapat membuatnya tampil maksimal di arena kontes, baik dari fisik maupun suara kicauannya.
  • Pakan alami yang diberikan jangan terlalu banyak, terutama yang dapat membangkitkan birahi, yaitu jangkrik. Pemberian jangkrik yang berlebihan juga bisa merusak fisik. Dianjurkan, jangkrik cukup 3 – 4 ekor pada pagi, siang, dan sore hari.
  • Pemberian kroto yang terlalu banyak setiap hari dapat merusak suara kicauannya, lalu menjadi serak dan nglokor. Selain mengandung protein cukup tinggi, kroto memberi rasa panas pada saluran tenggorokan. Pemberian kroto bisa bergantian dengan kuning telur rebus selang sehari dan bisa diberikan sebanyak 1 sendok teh.
  • Kuning telur rebus bisa diberikan agar suaranya stabil.
  • Vitamin khusus burung harus diberikan untuk menjaga performanya.
  • Ulat hongkong atau ulat lainnya, cukup 2 – 3 ekor dengan frekuensi 2 – 3 kali seminggu.

 

Mandi

Murai batu bisa dimandikan pada pagi atau sore hari. Yang penting, biarkan murai batu mandi sepuasnya. Memandikan murai batu penting dilakukan pada 1 – 2 hari menjelang kontes. Hal itu bertujuan untuk menetralisir tingkat emosi, birahi, dan meredam suara kicauannya.

 

Penjemuran

Penjemuran murtai batu sebaiknya dilakukan selama mungkin, tetapi jangan melebihi pukul 10.00 pagi kecuali sudah terbiasa dan maunya burung dijemur pada siang hari. Penjemuran di siang hari dapat membuatnya tampil maksimal di arena kontes. Hal itu karena tidak sebatas mengeringkan bulunya yang baru mandi, tetapi dapat membuat suara kicauannya tetap bersih, lebih bertenaga, dan stabil.

 

Penempatan sangkar

Sangkar murai batu sebaiknya ditempatkan di tempat yang aman dari gangguan dan berhawa sejuk/dingin dan agak gelap, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika memungkinkan, sangkar ditempatkan dekat sumber air misalnya kolam kecil atau kamar mandi. Tentunya harus pula menutup atau mengerodong sangkar dengan kain penutup sangkar. Tempat yang agak gelap bertujuan agar murai batu terlatih bisa tenang dan tidak terus berkicau dengan suara lantang. Penempatan burung-burung pemasternya juga harus berdekatan agar suaranya bisa didengar dengan jelas.

 

Masa Siap Latih dan Kontes

Murai batu kualitas kontes, dari mana pun asalnya, setidaknya masa rawatnya ‘sudah mencapai 3 tahun untuk siap dilatih. Agar penampilannya lebih maksimal ketika kontes, masa rawatnya bisa lebih dari 4 tahun. Masa rawat yang cukup biasanya bisa membuat fisik dan mental tempurnya stabil, kematangan variasi suara kicauan yang terus mengambung, terutama senjata suaranya yang sering dikeluarkan. Penting untuk diperhatikan bahwa masa rawat pada murai batu unggulan kontes, jika ingin yang terbaik, harus benar-benar diperhitungkan.

 

Problem Utama

Problem utama burung murai batu adalah ketidakstabilan performanya. Penampilan murai batu yang dikonteskan bisa stabil jika cara perawatanya baik dan benar, serta tidak mengonteskannya terus menerus. Tidak jarang kontestan menerjunkannya hampir setiap minggu sehingga pemberian pakan pemacu birahi dan pe-ngocor suara tidak terhindarkan yang jumlahnya cukup banyak. Dulu, muncul masalah kurang gizi pada murai batu. Namun, saat ini justru sebaliknya, yaitu kelebihan gizi. Jadi, jika berharap murai batu bisa bertahan lama di gelanggang kontes, pemberian pakan alaminya harus menjadi pertimbangan utama.

 

Catatan dari Praktisi

Sebenarnya murai ekor panjang bisa kalah baik dari ekor pendek. Panjangnya ekor membuat murai kurang mampu menonjolkan kelincahannya sambil berkicau. Kelemahan lain dari murai batu ekor panjang seperti murai dari Medan dan Gunung Mesurai yaitu daya tahan fisiknya melemah ketika berkicau akibat keberatan ekor.

 

Jenis Kelamin Murai Batu

Membedakan kelamin burung murai batu dapat dilihat dari warna bulu dada.

Jantan:

  • Bagian bulu dada di atas perut hitam pekat dan bercahaya
  • Badan lebih besar dan ekor lebih panjang

Betina:

  • Bagian bulu dada di atas perut hitam kotor atau terlihat keabu-abuan
  • Tubuhnyua lebih kecil dan ekornya lebih pendek

 

Tindakan Penipuan: Burung Larwo

Kelangkaan murai di pasaran karena perburuan dan peminat yang semakin banyak, menyebabkan pedagang yang tidak bertanggung jawab menyusupkan burung larwo dengan menawarkan dan melabelnya dengan murai. Burung larwo merupakan burung yang pernah dikonteskan dan dimasukkan ke campuran lokal. Bagi yang kurang memahami ciri fisik burung larwo pasti bisa terkecoh sebab sangat mirip dengan murai asli Lampung dengan ekor pendek. Suaranya juga bisa dikatakan sama dan bervariasi. Bahkan, para peneliti burung mengategorikan larwo adalah murai dengan ras berbeda.

Untuk membedakan larwo dan murai, bisa dilihat secara fisik dan gayanya ketika sudah rajin berkicau.

1. Ciri fisik

Secara fisik, ukuran tubuh larwo tidak jauh berbeda dengan murai asli Lampung dan murai asli Borneo. Perbedaannya, badan larwo terlihat pendek dan cenderung bulat. Berikut perbedaan fisik larwo jantan dengan murai jantan.

  • Larwo jantan: bulu hitam di dadanya melebar sampai ke bagian perut.
  • Murai jantan: bulu hitam ada di atas dada.

2. Karakter suara dan gaya

Burung larwo akan semakin mudah dibedakan dengan murai jika sudah dirawat lama, terutama sudah sama-sama terlatih. Perbedaannya akan terdeteksi dari suara dan gayanya.

Karakter suara

Karakter suara burung larwo mirip dengan murai borneo yang condong mengandalkan suara pendek dengan siulan melankolis. Namun, suara larwo terdengar lebih kering dibanding murai borneo yang suaranya bisa dikatakan agak basah.

Gaya berkicau

Gaya larwo dalam berkicau hampir tidak jauh beda dengan murai borneo. Larwo selalu mengembangkan bulu kepala ketika di-trak atau diadu. Sementara itu, murai borneo mengembangkan bulu dada dan sayapnya.


Info Produk:

RoyalBird PSRoyalBird PS (Pemakan Serangga) merupakan suplemen khusus untuk burung pemakan serangga (murai batu, anis merah, cucak rowo, jalak suren, kacer, dll). Suplemen burung Royal Bird memiliki komposisi kompleks seperti vitamin, mineral (makro, mikro, trace), prebiotik, asam amino, asam organik, antioksidan, enzim, nukleotida, dan plant sterol. Formulasi bahan pilihan yang tepat menghasilkan suplemen berkualitas untuk meningkatkan performa burung.

Manfaat:

  • Meningkatkan kesehatan
  • Mencegah stres dan penyakit
  • Menjaga kerja fisiologis tubuh
  • Meningkatkan performa burung (rajin berkicau, suara nyaring, bulu halus dan mengkilap)

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut ROYAL BIRD PS – Suplemen Burung Pemakan Serangga

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *