Ternak Ayam Broiler / Pedaging (5): Manajemen Masa Brooding

Masa brooding dapat diibaratkan sebagai pondasi. Pondasi yang baik dan kuat akan menghasilkan konstruksi yang kokoh. Pada pemeliharaan ayam broiler / pedaging kesuksesan pemeliharaan pada masa brooding akan mendukung tercapainya performa serta target pemeliharaan ayam broiler yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan manajemen masa brooding yang tepat agar masa brooding dilalui dengan baik.

Beberapa hal yang membutuhkan pengaturan yang tepat selama masa brooding adalah:

1. Kontrol temperatur

2. Kontrol pakan

3. Kontrol air minum

4. Kontrol kualitas udara

 

1. Kontrol Temperatur

Pada pembuatan brooder, konsep yang banyak dipakai untuk iklim Indonesia adalah konsep “brooding thermos”. Konsep ini untuk mengantisipasi perbedaan temperatur yang terlalu lebar antara siang dan malam. Dengan konsep ini kestabilan temperatur dalam brooding juga tetap terjaga. Hal ini penting karena ayam belum bisa mempertahankan suhu tubuh dengan baik sejak DOC sampai berumur 5 hari dan termoregulasi (pengaturan suhu) ayam belum berkembang sempurna sampai umur 14 hari.

Konsep brooding termos juga memudahkan untuk melakukan pengaturan ventilasi.

Hal yang penting dalam brooding thermos adalah adanya “ruang antara” yang berfungsi sebagai isolator. Ruang yang dimaksud adalah ruang antara tirai dalam dan tirai luar.

 

Kepanasan

Yang Terlihat

  • Stres, panting (napas pendek dan cepat, terengah-engah), ribut dan kepala berusaha dijulurkan ke luar.
  • Mencari tempat yang lebih dingin terutama di pinggiran dinding/sekat.
  • Konsumsi pakan menurun sehingga pertumbuhan terlambat dan keseragaman tidak baik.
  • Terlihat adanya perubahan warna menjadi merah kehitaman pada otot dada, pial, jengger, dan paha.
  • Sering terjadi kematian tinggi akibat stres panas.
  • Kuning telur tidak terserap karena mengering.
  • Jika kondisi berat akan terjadi kegagalan fungsi jantung (flip overs).

Yang terjadi

  • Adanya upaya tubuh untuk membuang panas dengan cara meningkatkan sirkulasi darah ke daerah paha, sayap, pial dan jengger sehingga panas keluar dari sana secara evaporasi. Dan pada saat yang bersamaan terjadi panting untuk mengeluarkan panas tubuh melalui pernafasan.
  • Konsumsi pakan akan menurun karena akan menambah panas melalui mekanisme metabolisme.
  • Mobilisasi air yang berlebihan dari tubuh sebagai upaya untuk mendinginkan suhu tubuh.
  • Jantung bekerja terlalu berat.

Kedinginan

Yang terlihat

  • Pada umur 1 hari ditandai oleh tingkat kematian yang tinggi, stres, dehidrasi, pertumbuhan terlambat, keseragaman jelek, dan adanya ascites (cairan mengisi rongga perut).
  • Ayam bergerombol di bawah pemanas, di pinggiran sekat, atau pada tempat pakan.
  • Isi saluran cerna encer dan bergas juga terjadi wet dropping (kotoran basah).
  • Pertumbuhan bulu tidak sempurna atau terputus.
  • Kuning telur tidak terserap sempurna.

Yang terjadi

  • Ayam akan meningkatkan suhu tubuhnya, hal tersebut mudah dilakukan ayam dengan cara mengkomsumsi pakan secara terus menerus sehingga enegi pakan tersebut dirubah untuk meningkatkan suhu tubuh. Energi pakan tersebut lebih banyak dipakai untuk maintenance (pemeliharaan tubuh) dibanding untuk pertumbuhan yang pada akhirnya akan merusak performa ayam.
  • Penyerapan protein yang merupakan komponen terbesar dalam tubuh mengalami gangguan karena ayam stres.
  • Kontraksi saluran kuning telur yang disebabkan oleh keadaan dingin.

 

2. Kontrol Pakan

Selama masa brooding, pakan harus selalu ada. Pemberian pakan yang baik adalah sesering mungkin agar aroma pakan membuat ayam makan lebih banyak. Jumlah tempat pakan juga harus diperhatikan karena jumlah tempat pakan sangat berpengaruh terhadap akses makan yang akan berdampak pada ketidakseragaman (uniformity) pada ayam.

Tabel rasio tempat pakan (Masa brooding)

Jenis Umur

Rasio

Feeder tray

0 – 3 hari

4 – 7 hari

8 – 10 hari

80 – 100 ekor

60 – 80 ekor

40 – 60 ekor

3. Kontrol Air Minum

– Selama masa brooding air minum harus selalu tersedia dan bersih

– Faktor kunci air minum adalah kualitas air dan kebersihan tempat minum

– Kualitas air yang perlu dipertimbangkan adalah pH air dan kandungan bakteri.

– Dilakukan klorinasi dengan dosis 3 ppm untuk membunuh agen penyakit yang mungkin terdapat dalam air minum

– Akses tempat minum harus juga diperharikan, karena konsumsi air minum sangat berpengaruh pada feed intake dan absorbsi makanan.

Tabel Tempat Minum

Jenis

Umur

Peruntukan

Tempat minum otomatis

Tempat minum manual

Tempat minum otomatis

Tempat minum manual

0 – 10

0 – 10

11 – panen

11 – panen

80 – 100 ekor

60 – 80 ekor

50 – 60 ekor

30 – 35 ekor

 

4. Kontrol Kualitas Udara

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas udara yaitu ventilasi, kepadatan, litter, dan kesehatan.

 Ventilasi
  • Ayam broiler / ayam pedaging modern memiliki kecenderungan “slow feathering” hal ini bisa disebabkan karena broiler memiliki kecepatan pertumbuhan daging yang sangat cepat di masa-masa awal dibanding kecepatan pertumbuhan bulu.
  • Ventilasi memegang peranan penting terhadap ketersediaan oksigen dan pengendalian temperatur.
  • Ventilasi yang baik harus memperhatikan adanya pergerakan udara untuk menjaga suplai oksigen serta pembuangan karbon dioksida, karbon monoksida, dan amonia.
  • Urutan pembukaan tirai apabila temperatur brooder terlalu panas adalah sebagai berikut: Buka tirai plafon –> buka tirai dalam mulai dari atas ke bawah –> bila masih terlalu panas bisa ditambah bukaan pada tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan arah angin, juga dari atas ke bawah –> bila suhu mulai dingin, urutan penutupan tirai dilakukan sebaliknya.

Litter

  • Litter atau alas harus selalu terjaga untuk tetap “kering”
  • Kelembaban litter ± 30%

Kesehatan

  • Kasus-kasus pencernaan, seperti diare dapat menyebabkan tingkat amonia brooder menjadi lebih tinggi, selain itu menyebabkan litter menjadi lebih basah dan temperatur brooder menjadi turun

Untuk meningkatkan produktivitas, performa, penyerapan nutrisi, kesehatan, sistem kekebalan tubuh, dll perlu pemberian suplemen nutrisi untuk anak ayam atau DOC. Royal Poultry adalah produk suplemen nutrisi untuk unggas seperti ayam broiler, ayam petelur (layer), bebek / itik, puyuh, ayam kampung super / ayam jawa super, kalkun, merpati, serta unggas yang lain. Produk ini mengandung nutrisi kompleks seperti vitamin, mineral, trace mineral, enzim, asam organik (organic acids), antioksidan, prebiotik mannan oligosaccharide(MOS), beta glucan, dan komposisi lain yang diformulasikan dalam komposisi yang seimbang sesuai standar yang berlaku. Produk ini menggunakan teknologi CAnDS (Chelate Activated Nutrient Delivery System) sebagai Nutrition Delivery System atau sistem pengedaran nutrisi yang akan meningkatkan penyerapan nutrisi tersebut sampai 80%. Komposisi seperti vitamin A, C, D, E, B6, dan folat (folate), zinc (seng), selenium, iron (besi), dan copper (tembaga), prebiotik, asam organik, dll terdapat dalam produk ini untuk meningkatkan kesehatan DOC (silakan baca Pengaruh Nutrisi terhadap Imunitas dan Kesehatan Ternak). Untuk detail produk klik link berikut ROYAL POULTRY.

Royal Poultry

Informasi selengkapnya tentang produk kami, silakan klik link berikut Produk Peternakan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *