Ternak Ayam Broiler / Pedaging (6): Periode Starter

Periode starter pada ayam broiler / ayam pedaging merupakan periode awal pemeliharaan ayam broiler mulai dari chick in dan berlangsung selama 3 minggu (ada juga yang menyebutkan sampai 4 minggu). Periode starter merupakan periode yang penting dan kritis karena beberapa hal berikut:

1. Periode starter menentukan baik atau buruknya performa ayam broiler / pedaging selama pemeliharaan sampai panen.

2. Ayam broiler / pedaging di masa starter masih banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti suhu, udara, litter, dan sebagainya. Ayam broiler / pedaging di masa starter belum mempunyai kemampuan yang optimal untuk mengendalikan kondisi tubuhnya.

3. Kondisi psikologis ayam broiler / pedaging di masa starter masih rentan sehingga ayam mudah stres. Ayam broiler / pedaging yang stres dapat berakibat performa yang kurang baik seperti nafsu makan turun, lesu, dll sehingga target pemeliharaan ayam broiler / pedaging tidak dapat tercapai dengan maksimal.

Untuk itu, ayam broiler pada periode starter ini membutuhkan manajemen khusus yang dapat mengakomodasi kebutuhan ayam broiler.

 

A. PAKAN DAN AIR MINUM

Pakan ayam broiler / pedaging pada periode starter menggunakan pakan dengan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 19 – 21% yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan ayam broiler / pedaging pada periode awal pemeliharaan. Pemberian pakan dilakukan secara bertahap (sedikit demi sedikit) pada umur awal (1 minggu). Selama 3 hari pertama anak ayam harus dipaksa untuk aktif makan dan minum. Agar anak ayam broiler / pedaging aktif makan dan minum bisa dibantu dengan cara mengetuk-ngetuk chick guard secara perlahan-lahan dan pakan diberikan sesering mungkin. Selain itu, kandang harus terang agar anak ayam broiler / pedaging lebih giat makan dan minum. Pakan yang tersisa dikumpulkan dan diayak kemudian dipisahkan dari kotoran untuk diberikan kembali pada anak ayam, tetapi tidak dicampur dengan pakan baru. Prinsip pemberian pakan adalah full feed (pakan selalu tersedia setiap saat), tetapi perlu diingat bahwa ayam lebih suka makan pada suhu optimum sesuai dengan naluri ayam yaitu pagi hari (jam 05.00 – 08.00) dan sore hari (jam 17.00-20.00). Jadi, pada jam-jam tersebut harus lebih diperhatikan ketersediaan pakannya. Setelah masa brooding (silakan baca artikel mengenai masa brooding: Ternak Ayam Broiler / Pedaging (4): Masa Brooding), pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan tempat pakan diatur setinggi tembolok ayam.

Tempat pakan harus selalu bersih dan kering sebelum pakan baru diberikan. Di bawah pemanas sebaiknya jangan diberi tempat pakan / feeder tray karena panas akan merusak nutrisi yang ada dalam pakan. Tinggi tempat pakan setinggi tembolok yang diukur dari bibir atas tabung. Pada umur 8 hari tempat pakan gantung mulai diperkenalkan. Diharapkan pada umur 10 hari ayam sudah mengenal tempat pakan gantung, dan paling lambat umur 12 hari semua tempat pakan harus sudah digantung.

Air minum harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, bersih, segar, layak minum, dan dapat juga diklorinasi (3 ppm). Klorinasi bertujuan untuk mencegah pencemaran dan penularan bibit penyakit. Pada suhu normal, konsumsi air minum ayam adalah 1,6-1,8 kali (dibulatkan menjadi 2 kali) dari konsumsi pakan. Perhitungan ini sebaiknya digunakan sebagai pedoman sehingga penyimpangan konsumsi yang berkaitan dengan kualitas pakan, temperatur, dan kesehatan ayam dapat segera diketahui. Beberapa suplemen, vitamin, antibiotik, dan vaksin dapat juga diberikan bersama dengan air minum. Mulai umur 2 hari tempat minum harus digantung dan setiap hari tingginya disesuaikan setinggi punggung ayam.

Jika menggunakan tempat minum otomatis (bell drinker), perlu diperhatikan level air sebagai berikut:

– Umur kurang dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm di bawah bibir drinker (supaya terjangkau dan mudah diminum ayam kecil)

– Umur lebih dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker (supaya tidak mudah tumpah dan tetap terjangkau ayam besar)

– Piringan tempat minum dibersihkan setiap pagi dan sore serta sisa air dibuang.

Jika menggunakan nipple drinker perlu diperhatikan hal berikut:

– Ketinggian nipple disesuaikan sehingga ayam dapat minum dengan mendongakan kepalanya 45º terhadap nipple.

 

Tabel. Contoh standar DOC

Jenis DOC

Feed Intake Minggu I (gram)

Body Weight Minggu I (gram)

Deplesi

Platinum

Gold

Silver

160

150

140

> 170 gr

> 160 gr

> 150 gr

0.5%

0.7%

1.5%

 

B. PELEBARAN SEKAT

Mulai umur 3 hari dilakukan pelebaran sekat secara bertahap mengikuti kondisi ayam. Pelebaran harus diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan/minum. Posisi pemanas diatur sedemikian rupa agar penyebaran panas bisa merata. Sebagai acuan, pelebaran chick guard dapat diatur sebagai berikut:

Umur (hari)

Ekor/m2

1 60 – 65
3 40 – 45
6 25 – 30
8 20 – 25
10 15 – 20
14 10 – 15
18 8 – 10
> 18 8 (full house)

 NB: Pelebaran di atas merupakan acuan standar,  pada prakteknya harus disesuaikan dengan kondisi ayam.

 

C. PEMANAS DAN LITTER

Sebaiknya di setiap brooder disediakan termometer untuk memantau suhu ruang, akan tetapi pengamatan terhadap kondisi kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan melihat perilaku ayam itu sendiri. Pemanas dinyalakan setidaknya sampai umur 14 hari. Jika kondisi dingin, bisa diperpanjang. Apabila ayam kepanasan, pemanas dapat dimatikan dengan tetap memperhatikan kondisi dan penyebaran ayam dalam chick guard.

Litter yang digunakan harus kering dan sudah didesinfeksi sebelumnya. Salah satu caranya, setelah litter (misal sekam) ditebar, litter disemprot dengan desinfektan. Setelah itu, sebaiknya litter diaduk agar cairan desinfektan bercampur dan kontak dengan seluruh bagian litter. Ketika tiba waktunya chick in, beberapa jam sebelum ayam masuk, sebaiknya litter didesinfeksi ulang untuk membasmi bibit penyakit yang baru muncul di litter tersebut. Untuk jenis desinfektannya sendiri, yang umumnya digunakan ialah berbahan dasar formalin seperti yang terkandung dalam Formades. Jenis desinfektan yang biasanya digunakan untuk desinfeksi litter adalah yang berbahan dasar formali (misal menggunakan 5 liter formalin 40% dalam 95 liter air).

Untuk kandang panggung

Penggantian litter disarankan dilakukan pada umur 8-10 hari. Pembukaan cover slat atau tirai alas dapat dimulai pada umur 18 hari untuk daerah panas dan 21 hari untuk daerah dingin. Dengan tetap mempertimbangkan kondisi litter, pembukaan cover slat dapat ditunda jika cuaca benar-benar sangat dingin. Pembukaan cover slat dilakukan secara bertahap mulai dari 25%, 50%, 75%, hingga terbuka semua. Saat pembukaan cover slat, tirai samping bawah (sarung) harus sudah terpasang.

 

Untuk kandang postal dan double deck

Ketebalan litter minimal 3-5 cm, penggantian litter mengikuti jadwal sbb:

Umur (hari)

8-10 16-17 21-25 28-dst

Penggantian litter

Ganti 100% Ganti yang menggumpal Ganti 100% Tabur

Setelah umur 25 hari litter cukup ditabur dan diambil yang menggumpal saja. Penggantian litter dilakukan secara perlahan-lahan dan hati-hati agar ayam tidak stres. Litter yang digunakan untuk penggantian sangat disarankan di desinfeksi terlebih dulu agar tidak membawa bibit penyakit. Berikut tahapan penggantian litter.

 

Setelah pengerukan dan penggantian litter selesai, posisi ayam dapat digeser ke arah liter baru dan lakukan penggantian pada sisi berikutnya. Setelah penggantian litter disarankan diikuti pemberian vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari stres saat penggantian litter.

 

D. VENTILASI

Masa brooding

Urutan pembukaan tirai apabila temperatur brooder terlalu panas adalah sebagai berikut: Buka tirai plafon –> Buka tirai dalam mulai dari atas ke bawah –> Bila masih terlalu panas bisa ditambah bukaan pada tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan arah angin, juga dari atas ke bawah –> Bila suhu mulai dingin, urutan penutupan tirai dilakukan sebaliknya.

Selepas masa brooding

Pembukaan tirai samping selepas masa brooding harus dimulai dari atas ke bawah dengan pengaturan sebagai berikut: Buka terlebih dahulu tirai yang berlawanan dengan arah angin. Pembukaan dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi ayam. Jika pembukaan tirai samping dirasa belum cukup, bisa dilanjutkan pembukaan tirai samping bawah atau sarung (buka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin, dibuka dari bawah ke atas).

E. PENCAHAYAAN

Sebagai patokan praktis, untuk setiap chick guard minimal diberi 10 watt SL/TL atau 60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, selanjutnya dapat ditambah sesuai kebutuhan. Jika siang hari cuaca gelap, lampu harus dinyalakan agar feed intake dan water intake tidak terganggu. Mulai umur 4 hari, pada malam hari perlu dibuat suasana gelap 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan (melatonin) dan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi lampu padam tiba-tiba ayam tidak mati menumpuk.


Info Produk

Untuk meningkatkan produktivitas, performa, penyerapan nutrisi, kesehatan, sistem kekebalan tubuh, dll perlu pemberian suplemen nutrisi untuk anak ayam atau DOC. Royal Poultry adalah produk suplemen nutrisi untuk unggas seperti ayam broiler, ayam petelur (layer), bebek / itik, puyuh, ayam kampung super / ayam jawa super, kalkun, merpati, serta unggas yang lain. Produk ini mengandung nutrisi kompleks seperti vitamin, mineral, trace mineral, enzim, asam organik (organic acids), antioksidan, prebiotik mannan oligosaccharide(MOS), beta glucan, dan komposisi lain yang diformulasikan dalam komposisi yang seimbang sesuai standar yang berlaku. Produk ini menggunakan teknologi CAnDS (Chelate Activated Nutrient Delivery System) sebagai Nutrition Delivery System atau sistem pengedaran nutrisi yang akan meningkatkan penyerapan nutrisi tersebut sampai 80%. Komposisi seperti vitamin A, C, D, E, B6, dan folat (folate), zinc (seng), selenium, iron (besi), dan copper (tembaga), prebiotik, asam organik, dll terdapat dalam produk ini untuk meningkatkan kesehatan DOC.

 

Manfaat

Dengan komposisi yang lengkap, ROYAL POULTRY akan memberikan banyak manfaat untuk ayam broiler / ayam pedaging:

Secara Umum:

  • Mempercepat pertumbuhan unggas.
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan pakan (konversi pakan lebih baik) sehingga dapat menurunkan FCR.
  • Meningkatkan produktivitas unggas (unggas pedaging, unggas petelur)
  • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stress lingkungan sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Untuk Bibit Ayam atau DOC (Day old Chick):

  • Mempercepat pertumbuhan bibit
  • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stress lingkungan sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Untuk Induk Ayam:

  • Meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan
  • Meningkatkan dan menjaga stabilitas produksi telur

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut ROYAL POULTRY.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *