Ternak Ayam Broiler / Pedaging (8): Vaksin dan Jadwal Vaksinasi

Vaksinasi merupakan salah satu cara paling awal dalam usaha pencegahan terhadap masuknya penyakit ke tubuh ayam. Diharapkan dengan dilakukannya vaksinasi dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh ayam sehingga dapat mencegah ayam terinfeksi penyakit. Dalam pelaksanaan vaksinasi, terdapat beberapa jenis vaksin yang digunakan serta cara pengaplikasiannya pun berbeda. Berikut ditulis beberapa hal tentang vaksinasi mulai dari pengertian vaksin dan vaksinasi, penyimpanan vaksin yang benar, jenis-jenis vaksin, serta cara pengaplikasian vaksin.

 

A. PENGERTIAN VAKSIN DAN VAKSINASI

Vaksin adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan dan mempunyai sifat imunogenik (immunogenic). Imunogenik artinya dapat merangsang/menstimulasi pembentukan sistem imun atau kekebalan tubuh.

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh supaya tubuh dapat membentuk kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam vaksin tersebut. Misalnya ayam broiler divaksin dengan vaksin ND agar ayam broiler tahan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh paramyxovirus (virus penyebab ND).

 

B. PENYIMPANAN VAKSIN

– Vaksin harus disimpan dalam refrigerator bersuhu 2-8˚C (bukan freezer), terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.

– Apabila hendak mengangkut vaksin ke tempat yang jauh, vaksin harus ditempatkan dalam wadah yang memiliki daya isolasi cukup baik terhadap suhu luar (misal: termos atau sterofoam box), dengan diberi es batu di dalamnya.

 

 C. KONDISI YANG HARUS DIPERHATIKAN

– Jenis, dosis, dan waktu pemberian vaksin harus tepat. Vaksin belum kadaluwarsa.

– Pastikan ayam yang akan divaksin dalam kondisi sehat (ayam sakit tidak boleh divaksin).

– Jangan melakukan kegiatan vaksinasi saat suhu udara sangat panas (maksimal 29˚C).

– Gunakan wadah yang berbahan dasar plastik, hindari wadah yang terbuat dari logam.

– Air yang digunakan harus baru dan segar, pH 6.5–7.5, bebas klorin dan desinfektan.

– Cuci tempat vaksin dan alat vaksinasi dengan air biasa, tanpa klorin atau desinfektan.

– Vaksinator harus terlatih, tata cara dan prosedur vaksinasi harus diikuti dengan benar.

– Segera berikan suplemen ayam broiler atau multivitamin setelah vaksinasi untuk mengurangi stress.

 

 D. VAKSINASI MELALUI AIR MINUM

– Pemakaian klorin dan desinfektan air minum dihentikan 24 jam sebelum vaksinasi.

– Ayam dipuasakan 1-2 jam sebelum vaksinasi. Jika suhu lebih dari 30˚C sebaiknya 1 jam saja.

– Disiapkan air, susu skim, dan vaksin dalam jumlah yang tepat. Jumlah air yang dibutuhkan adalah sejumlah air yang habis diminum ayam selama 1-2 jam.

– Karena setiap 1.000 ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur, maka dapat digunakan rumusan sebagai berikut:

Jumlah air yang dibutuhkan  =  (Jumlah Ayam  x  Umur Ayam)/1000     

– Setelah jumlah air ditentukan, susu skim dengan dosis 2 gram per liter air dimasukkan dalam air minum. Untuk daerah beriklim panas sebaiknya ditambahkan es batu. Susu skim berfungsi sebagai pelindung vaksin dari berinteraksi dengan bahan-bahan dalam air untuk menjaga kualitas vaksin.

– Untuk daerah dengan kualitas air kurang bagus, disarankan untuk meningkatkan dosis susu skim dan/atau merebus air yang akan digunakan untuk vaksinasi.

– Vaksin dicampurkan ke dalam air yang telah disiapkan, aduk hingga rata dan segera tuang ke tempat minum yang telah disediakan.

– Agar pembagian vaksin merata, harus dihitung jumlah larutan vaksin yang harus dituang di setiap tempat minum (kontrol distribusi vaksin).

Jumlah air di setiap tempat minum  =  Jumlah Air/Jumlah Tempat Minum

– Botol dan tutup botol bekas vaksin harus dibakar atau direndam dalam desinfektan.

 

 E. VAKSINASI TETES

– Penting untuk diperhatikan bahwa proses penetesan ke dalam mata haruslah tepat dan vaksin harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata. Jangan terburu-buru melepaskan ayam jika tetesan belum terserap sempurna.

– Harus dihindari penjaringan ayam yang terlalu banyak (maksimal 200 ekor sekali jaring), agar ayam tidak stres terlalu lama ketika menunggu divaksin.

– Untuk menghindari turunnya efektifitas vaksin, sebaiknya larutan vaksin dibagi kedalam beberapa alat penetes sesuai jumlah vaksinator (setelah dilarutkan, vaksin harus habis dalam waktu 30 menit).

 Sumber gambar: http://www.fao.org/docrep/006/y5162e/y5162e04.htm

 

F. VAKSINASI SUNTIK

– Sebelum dilakukan vaksinasi harus dicek dulu fungsi injektor dengan cara dilakukan uji coba dengan air. Jika injektor rusak atau tidak lancar, jangan digunakan. Jika kotor, dicuci dengan air panas.

– Vaksin yang keluar dari refrigerator sebaiknya ditunggu beberapa saat sampai suhunya mendekati suhu lingkungan. Dapat juga dilakukan thawing dengan cara vaksin dari refrigerator direndam dalam air biasa agar lebih cepat mencapai suhu lingkungan.

– Sebelum atau saat melakukan kegiatan vaksinasi, sesering mungkin botol vaksin dikocok untuk menghindari pengendapan komponen vaksin.

 

Contoh program vaksinasi pada ayam broiler:


Untuk mendukung keberhasilan vaksinasi ayam broiler, tentunya dibutuhkan beberapa faktor. Beberapa di antaranya yaitu vaksin (jenis, dosis, waktu pemberian), vaksinator yang profesional, kesehatan ternak, serta suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam broiler. Royal Poultry adalah produk suplemen nutrisi untuk unggas seperti ayam broiler, ayam petelur (layer), bebek / itik, puyuh, ayam kampung super / ayam jawa super, kalkun, merpati, serta unggas yang lain. Produk ini mengandung nutrisi kompleks seperti vitamin, mineral, trace mineral, enzim, asam organik (organic acids), antioksidan, prebiotik mannan oligosaccharide(MOS), beta glucan, dan komposisi lain yang diformulasikan dalam komposisi yang seimbang sesuai standar yang berlaku. Komposisi seperti vitamin A, C, D, E, B6, dan folat (folate), zinc (seng), selenium, iron (besi), dan copper (tembaga), prebiotik, asam organik, dll terdapat dalam produk ini untuk meningkatkan kesehatan ternak ayam broiler. Produk ini menggunakan teknologi CAnDS (Chelate Activated Nutrient Delivery System) sebagai Nutrition Delivery System atau sistem pengedaran nutrisi yang akan meningkatkan penyerapan nutrisi tersebut sampai 80%.  Untuk detail produk klik link berikut ROYAL POULTRY.

Royal Poultry

Informasi selengkapnya tentang produk kami, silakan klik link berikut Produk Peternakan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *