Ternak Bebek / Itik (6): Proses Penetasan Telur Bebek / Itik dengan Mesin Tetas

Menetaskan telur itik / bebek dengan mesin tetas cukup mudah dilakukan. Perlakuannya pun sama dengan ketika menetaskan telur yang lain. Perbedaannya hanya sedikit seperti pada lama waktu penetasan, suhu, dan kelembaban. Berikut  kami sajikan artikel mengenai prinsip menetaskan telur bebek dengan mesin penetas telur mulai dari persiapan mesin tetas, pengaturan suhu dan kelembaban, pengaturan ventilasi, peletakan telur, pembalikan  / pemutaran telur, pendinginan telur, peneropongan telur / candling, dan pemindahan anak bebek / itik (DOD / day old duck). Berikut rinciannya.

 

Persiapan Mesin Tetas

1. Satu hari sebelum digunakan, dilakukan desinfeksi (biasanya dengan fumigasi) pada mesin tetas walaupun mesin tersebut baru. Caranya dengan memasukkan wadah kedalam mesin tetas yang diisi dengan formalin dan KMNO4 (kalium permanganat). KMNO4 dituang pada wadah kemudian dicampur dengan formalin (takaran untuk formalin 2 kali lipat dari KMNO4). Fumigasi dilakukan menggunakan gas formaldehide yang terbentuk dari kalium permanganat dan formalin dengan konsentrasi 4-6 gram kalium permanganat dan 6 – 12 ml formalin 40%/meter kubik selama 10-15 menit. Caranya yaitu dengan meletakkan kalium permanganat kedalam cawan plastik atau kaca dibawah rak telur dan kemudian dituangkan cairan formalin kedalamnya. Kemudian mesin tetas dan lubang ventilasi ditutup selama 30 menit atau 1 jam. Bila formalin dituangkan dulu kemudian KMnO4 dimasukkan, maka akan terjadi percikan dan membahayakan bagi yang melakukannya”.

2. Hidupkan mesin tetas kemudian ditunggu hingga suhu mencapai kestabilan pada 38°-39°C.

3. Pemanasan mesin tetas minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas.

4. Cek dengan cermat cara kerja thermostat, lampu dan yang lainnya

5. Sebaiknya menyediakan cadangan bola lampu atau lampu templok (minyak tanah)

 

Pengaturan Suhu dan Kelembaban Mesin Tetas

1. Masa inkubasi yang dibutuhkan telur bebek / itik untuk menetas yaitu sekitar 25-28 hari. Selama di dalam mesin tetas, harus dipastikan suhu dalam mesin tetas dalam keadaan yang stabil. Untuk telur bebek / itik berumur:

  • 1 – 24 hari, suhu yang tepat adalah 38 – 39°C ( 99 – 101°F ), dengan kelembaban nisbi atau relatif antara 55% – 65%, atau wet bulb menunjukkan angka 87-89°F.
  • 25 – 28 hari, sebaiknya suhu diturunkan sedikit menjadi 38°C ( 98 – 99°F ) atau turun 1 s/d 2°F, kelembaban relatif dinaikan menjadi 70 – 80%, atau wet bulb menunjukkan angka 90-94°F.

2. Untuk menambah kelembapan bisa dilakukan dengan cara menyemprot telur dengan air secukupnya setelah itu diangin-anginkan. Pengaturan kelembaban ini bisa dilakukan 2-3 kali sehari pada saat pembalikan telur. Untuk melihat tingkat kelembaban, bisa menggunakan hygrometer.

3. Maksud dari penurunan suhu inkubator karena pada periode ini embrio sudah tidak mengalami proses pertumbuhan, akan tetapi sudah memasuki proses penetasan, yang mana embrio justru perlu sedikit mengeluarkan panas di dalam aktifitas untuk proses pemecahan kulit . Akan tetapi, pada periode ini untuk membantu keremahan kulit telur agar mudah untuk pipping (embrio memecah kulit telur) perlu kelembaban yang cukup tinggi yaitu 70 – 80% .

 

Pengaturan Ventilasi Mesin Tetas

Embrio memerlukan oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) selama dalam perkembangannya. Apabila gas CO2 ini terlalu banyak maka mortalitas/kematian embrio akan tinggi dan menyebabkan daya tetas telur rendah. Standarnya volume CO2 yang diperlukan berkisar antara 0,5 – 0,8%, O2 sekitar 21%, dan kecepatan udara di dalam mesin tetas 12 cm / menit. Pada mesin modern umumnya ventilasi dan pertukaran udara sudah diatur secara otomatis dengan alat khusus, sedangkan pada mesin tetas sederhana pengaturan ventilasi masih tergantung pada alam.

Hari 1 – 3: ventilasi ditutup rapat.

Hari ke-4: ventilasi dibuka ¼ bagian.

Hari ke-5: ventilasi dibuka ½ bagian.

Hari ke-6: ventilasi dibuka ¾ bagian.

Hari ke-7 sampai menetas: ventilasi dibuka seluruhnya.

 

Peletakan Telur dalam Mesin Tetas

Pada mesin tetas bebek / itik sederhana biasanya sebagian penetas ada yang menempatkan telur dengan posisi tergeletak dan ada juga yang menempatkan telur dengan posisi berdiri miring 45° dengan bagian tumpul diatas. Berbeda dengan mesin tetas otomatis yang digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak di mana telur diposisikan secara seragam. Yang pasti adalah bagian tumpul telur berada di atas.

 

Pembalikan / Pemutaran Telur

1. Pemutaran / pembalikan telur bertujuan untuk meratakan panas dan mencegah embrio berpindah melalui putih telur dan melekat pada selaput kerabang sehingga mati (agar permukaan yolk / kuning telur tidak melekat pada membran kulit telur yang akan menurunkan daya tetas).

2. Pemutaran / pembalikan telur dilakukan pada hari ke 3 – 24 dengan frekuensi pembalikan telur 3 – 4 kali per hari. Apabila pemutaran ini terlalu sering, maka hal ini kurang praktis walaupun mungkin akan menambah daya tetas. Pada hari ke-25 sampai menetas telur tidak perlu dibalik lagi.

 

Pendinginan Telur

1. Pendinginan pada telur bebek bisa dilakukan 1 – 2 kali sehari mengingat perilaku unggas yang mengerami telurnya akan meninggalkan telur untuk mencari makan kemudian masuk ke tempat pengeraman kembali dan begitu seterusnya.

2. Tujuan pendinginan adalah agar embrio di dalam telur bisa mengambil oksigen sebanyak – banyaknya dari udara melalui pori-pori telur. Penyemprotan dengan air hangat dimaksudkan untuk menambah kelembaban telur yang sempat berkurang pada proses pertumbuhan embrio didalam mesin .

3. Pendinginan telur perlu dilakukan mulai hari ke 5 – 24. Pendinginan telur dapat dilakukan dengan mengeluarkan rak telur tetas dari mesin dan diletakan di atas meja selama kurang lebih 15 menit. Sambil didinginkan seluruh permukaan telur tersebut disemprot dengan sprayer halus dengan air hangat bersuhu 40 – 45°C . Suhu air yang akan disemprotkan sengaja dibuat melebihi suhu mesin tetas karena pada waktu disemprotkan pada permukaan telur, suhu air tersebut akan mendekati suhu telur sehingga tidak terjadi perubahan yang mendadak.

 

Pemeriksaan / Peneropongan Telur (Candling)

Peneropongan telur dilakukan untuk melihat keadaan telur dan perkembangan embrio selama proses inkubasi / penetasan berlangsung. Peneropongan telur dibagi menjadi beberapa tahap dengan cara meneropong telur itik tersebut satu demi satu dengan sinar lampu di ruangan gelap. Lampu yang digunakan untuk candling adalah bola lampu minimal 60 watt agar bisa melihat perkembangan embrio di dalam telur dengan jelas.

Waktu pemeriksaan telur

1. Pemeriksaan pertama, dilakukan pada hari ke 1 – 4 penetasan, untuk mengetahui telur yang berembrio atau tidak .

a. Telur kosong/infertile:

Keadaan telur jernih/terang dengan bayangan kuning telur yang nyata. Telur ini tidak ada embrionya dan keaadaan ini disebut infertile .

b. Telur hidup/berembrio:

  • Keadaan telur seperti pada telur infertile akan tetapi bila diamati secara seksama sambil digoyang pelan-pelan, akan kelihatan seperti gelembung udara sebesar biji kacang hijau yang melayang-layang waktu telur digerakkan. Pemeriksaan ini pada umur satu hari penetasan.
  • Keadaan telur sudah kelihatan seperti adanya sarang laba-laba berwarna kemerahan. Pemeriksaan ini pada umur empat sampai tujuh hari penetasan.

c. Telur yang mati embrionya

Keadaan ini terlihat pada telur yang mati dan biasanya bila digoyangkan tidak bergerak seperti menempel pada selaput kulit telur .

 

2. Pemeriksaan kedua, dilakukan pada hari ke 14 penetasan, untuk mengetahui telur yang mati dan yang hidup

a. Telur hidup

Keadaan telur sebagian sudah kelihatan gelap, bila digoyang sedikit akan bergerak, akan tetapi tidak berubah dan tetap pada posisinya .

b. Telur mati

Telur yang mati tandanya bayangan hitam di dalam telur kelihatan keruh, bila digoyang bayangan tersebut hancur .

 

3. Pemeriksaan ketiga, dilakukan pada hari ke 25 penetasan, untuk mengetahui telur yang mati dan dilanjutkan transfer atau pindah ke mesin dua (pada mesin otomatis mesin tetas dibagi dua yaitu mesin pengeram/setter dan penetas/hatcher).

a. Telur hidup

Keadan telur sudah kelihatan gelap dan penuh kecuali rongga udara yang masih terang.

b. Telur mati

Telur yang mati di bawah garis batas rongga udara terlihata bayangan terang berwarna kuning kemerahan dan adanya bercak hitam bercampur cairan.

 

Tatalaksana pemeriksaan / peneropongan telur bebek / itik selama proses penetasan berlangsung sangat penting. Sebab bila telur yang kosong atau telur yang mati embrionya tidak segera dikeluarkan dari mesin tetas akan menjadi busuk sehingga bisa berpengaruh terhadap daya tetas telur yang lain.

 

Pemindahan anak bebek / itik atau DOD (day old duck)

Pada hari ke-27, biasanya DOD sudah mulai menetas. DOD sebaiknya dibiarkan terlebih dahulu di dalam mesin tetas selama 24 jam agar bulunya kering. Selanjutnya, DOD dapat dipindahkan ke kandang DOD atau kotak DOD. Umumnya, DOD dipindahkan pada hari ke-29 mengingat tidak semua telur menetas pada saat yang bersamaan. Bila DOD yang dihasilkan akan dijual sebagai bibit, maka setelah ditetaskan DOD harus melalui proses seleksi, sexing, dan pengemasan terlebih dahulu agar bibit yang dijual benar-benar terjamin kualitasnya.

 

Sumber:

Anonim. 2016. Mesin Penetas Telur Bebek: Cara Menetaskan Dengen Menggunakan Alat Buatan. http://tetasan.com/mesin-penetas-telur-bebek/.

Kartasudjana, Ruhyat. 2001. Modul Program Keahlian Budidaya Ternak KOde Modul SMKP3P03BTE: Penetasan Telur. Departemen Pendidikan Nasional Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan SMK Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Jakarta.

Widodo, Sugeng. 1999. Tatalaksana Penetasan Telur Itik. Balai Penelitian Ternak: Bogor.


Info produk:

ROYAL POULTRY merupakan suplemen (supplement) unggas yang mengandung komposisi kompleks seperti mineralvitamin, antioksidan (antioxidant), asam organik (organic acids), enzim (plant based enzymes), nukleotida (nucleotides), mannan oligosaccharide (MOS), beta glucan, dan plant sterols. Formulasi ROYAL POULTRY yang tepat akan mengoptimalkan produksi, reproduksi, serta kesehatan unggas (ayam broiler, layer, ayam kampung super, bebek / itik, puyuh, merpati, kalkun).

Manfaat

Dengan komposisi yang lengkap, ROYAL POULTRY akan memberikan banyak manfaat untuk ternak bebek / itik:

Secara Umum:

  • Mempercepat pertumbuhan unggas.
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan pakan (konversi pakan lebih baik) sehingga dapat menurunkan FCR.
  • Meningkatkan produktivitas unggas (unggas pedaging, unggas petelur)
  • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stress lingkungan sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Untuk Bibit Bebek / Itik atau DOD (Day old Duck):

  • Mempercepat pertumbuhan bibit
  • Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stress lingkungan sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Untuk Induk Bebek / Itik:

  • Meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan
  • Meningkatkan dan menjaga stabilitas produksi telur

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut ROYAL POULTRY.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *