Ternak Ikan Lele (2): Lokasi Budidaya Ikan Lele

Ikan lele merupakan ikan air tawar yang sangat mudah dipelihara. Ikan lele bahkan dapat dipeihara di air tawar yang berkualitas kurang baik asalkan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Ikan lele juga dapat hidup pada kolam dengan kadar oksigen rendah. Walapun begitu, untuk mendapatkan hasil yang optimal kualitas air harus tetap dijaga.

Ikan lele dapat dibudidayakan dalam kolam, di sawah dengan sistem minapadi (ikan lele dipelihara bersama tanaman padi), sistem longyam (balong ayam, yaitu kolam lele dibuat di bawah kandang ayam), keramba jaring apung / kejapung / KJA yang dilakukan di danau atau rawa, atau dengan keramba dasar yang dibuat dari bambu kemudian ditenggelamkan di dasar sungai/saluran/selokan.

Dari sekian banyak cara budidaya atau pemeliharaan ikan lele, tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut di antaranya:

1. Pemeliharaan atau budidaya ikan lele dalam kolam

http://www.suryamina.com/wp-content/uploads/2013/09/kolam-ikan-lele-berwarna-hijau.jpg

Kelebihan:

  • Pakan serta kandungan nutrisinya dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan
  • Kesehatan ikan lele dapat dikontrol
  • Kualitas air dapat terjaga
  • Terhindar dari bahan-bahan asing yang dapat menimbulkan bahaya dan penyakit
  • Pemeliharaan dapat dilakkan secara intensif sehinga produktivitas serta keuntungan dapat optimal

Kekurangan:

  • Biaya pembuatan kandang relative besar
  • Semua kebutuhan ikan lele harus disediakan olah peternak lele karena ikan selama hidupnya berada dalam kolam

 

2. Pemeliharaan atau budidaya ikan lele di lahan pertanian (misal dengan sistem minapadi)

Sumber gambar: https://pbs.twimg.com/media/CvmdhTjVMAAsovV.jpg

Kelebihan:

  • Biaya pemeliharaan serta pakan murah
  • Ikan lele bebas seperti di habitat aslinya
  • Ikan lele bisa mendapatkan tambahan pakan sendiri
  • Dapat sebagai tambahan keuntungan dari bertanam padi atau tanaman yang lain

Kekurangan:

  • Kesehatan tidak sulit dikontrol
  • Kualitas air tergantung kualitas air di sawah, apalagi sekarang banyaknya penggunaan pupuk kimia dapat mengganggu kesehatan ikan lele
  • Perawatan ikan lele kurang optimal sehingga hasilnya juga kurang maksimal

 

3. Pemeliharaan atau budidaya ikan lele dengan sistem longyam (balong ayam = pemeliharaan ikan lele di bawah kandang ayam)

Sumber gambar: http://infoakuakultur.com/wp-content/uploads/2016/01/AK-9-Ekbis1-1.jpg

Kelebihan:

  • Dapat memanfaatkan serta memaksimalkan lahan
  • Ikan lele dapat mendapatkan tambahan pakan dari sisa pakan kotoran ayam yang jatuh
  • Pakan ikan lele lebih hemat

Kekurangan:

  • Kesehatan kurang dapat terkontrol karena pakan tertama dari sisa pakan dan kotoran ayam tidak terjamin kesehatannya dan mungkin membawa bibit penyakit
  • Dari segi estetika kurang dapat diterima
  • Kualitas air tidak terjamin kebersihan serta kesehatannay karena bercampur dengan sisa pakan dan kotoran

 

4. Pemeliharaan atau budidaya ikan lele dengan sistem keramba jaring apung atau kejapung ata KJA

Sumber gambar: https://lh5.googleusercontent.com/-it0oEsb_8Yo/TYMR8JyV8qI/AAAAAAAAABM/G1fmWZdiqrg/s1600/Photo0059.jpg

Kelebihan:

  • Ikan lele dapat hidup di habitat alaminya tanpa khawatir lepas
  • Ikan lele bisa memperoleh tambahan pakan sendiri
  • Jika dipelihara secara intensif, produktivitas ikan lele dapat dioptimalkan

Kekurangan:

  • Kualitas air tergantung kalitas air di lokasi keramba (danau ata rawa) dengan adanya kemungkinan zat-zat beracun yang terbawa ke danau atau rawa
  • Kemungkinan adanya predator atau pemangsa di lokasi keramba
  • Kesehatan ikan lele kurang dapat terkontrol dengan baik
  • Biaya produksi keramba relatif mahal

 

5. Pemeliharaan atau budidaya ikan lele dengan keramba dasar

Kelebihan:

  • Ikan lele dapat hidup di habitat alaminya tanpa khawatir lepas
  • Ikan lele bisa memperoleh tambahan pakan sendiri
  • Biaya pembuatan keramba cukup terjangkau

Kekurangan:

  • Kualitas air tergantung kalitas air di lokasi keramba (danau ata rawa) dengan adanya kemungkinan zat-zat beracun yang terbawa ke danau atau rawa
  • Kemungkinan adanya predator atau pemangsa di lokasi keramba
  • Kesehatan ikan lele kurang dapat terkontrol dengan baik

Info produk:

AQUA BOOSTER merupakan suplemen (supplement) alami khusus ikan dan udang yang menyediakan natural vitamin, chelated mineral, antioksidan (antioxidant), asam organik (organic acids), enzim (plant based enzymes), nukleotida (nucleotides), mannan oligosaccharide (MOS), beta glucan, plant sterols, serta nutrisi-nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan ikan dan udang untuk mengoptimalkan pertumbuhan, produksi, reproduksi, serta kesehatan ikan dan udang.

 

AQUA BOOSTER sangat disarankan untuk budidaya:

  • Perikanan air tawar: ikan mas, ikan nila, ikan gurami, ikan lele, ikan patin, ikan bawal, udang galah, dll
  • Perikanan air payau: ikan bandeng, ikan kakap putih, udang windu, udang vannamei, dll
  • Perikanan air laut / marikultur: ikan kerapu macan, ikan kerapu sunu, ikan kerapu bebek, ikan napoleon, udang lobster, dll

Manfaat

  • Mempercepat pertumbuhan ikan/udang muda
  • Meningkatkan daya cerna dan efisiensi penggunaan pakan
  • Meningkatkan daya tahan tehadap penyakit dan stres lingkungan
  • Meningkatkan performa reproduksi induk jantan dan betina
  • Mengurangi angka kematian dan
  • Menekan/mengurangi bau kolam

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut AQUA BOOSTER – Suplemen Ikan dan Udang

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *