Ternak Ikan Lele (3): Pemeliharaan Ikan Lele

1. Pembenihan

Pembenihan ikan lele dibagi menjadi 3 tahap yaitu pembenihan tahap I, pembenihan tahap II, dan pembenihan tahap III.

Pembenihan tahap I: dilakukan dari pemeliharaan calon induk sampai dikawinkan. Telur yang dihasilkan ditetaskan di kolam ipukan (kolam pendederan) sampai benih berumur 12 – 15 hari dengan ukuran panjang tubuh ikan lele 2 – 3 cm. Benih seperti ini sudah dapat dijual.

Pembenihan tahap II: benih dari pembenihan tahap I dipelihara lagi dalam kolam pemeliharaan selama 21 – 30 hari sampai ukuran panjang tubuh ikan lele menjadi 5 – 6 cm. Benih ikan lele dengan ukuran ini dapat dijual atau dipelihara lebih lanjut.

Pembenihan tahap III: benih ikan lele hasil dari pembenihan tahap II dipelihara lagi sampai berukuran panjang tubuh 10 – 15 cm dan berat 40 – 50 gram per ekor. Benih tersebut disebut “gelondongan” dan seterusnya akan dipelihara lebih lanjut dalam kolam pembesaran hingga beratnya mencapai ukuran konsumsi yaitu 125 – 125 gram per ekor.

Sumber gambar: http://budidaya-ikan.com/wp-content/uploads/2012/06/grading-lele-600x300.jpg

Perlu diketahui, bahwa semakin besar ukuran benih ikan lele, semakin tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan sehingga jarang ada yang mati selama pemeliharaan.

Dalam pembenihan ikan lele, induk yang unggul merupakan sarana produksi paling penting. Kuantitas serta kualitas benih yang dihasilkan tergantung induk yag dipijahkan. Oleh karena itu, agar hsil pembenihan memuaskan, induk ikan lele harus unggul. Calon induk ikan lele hanya satu kelamin saja (betina atau jantan), tidak boleh kedua-duanya. Cara membedakan induk ikan lele jantan dan betina tidak terlalu sulit asalkan diperhatikan dengan cermat alat kelamin dan bentuk serta warna tubuhnya. Induk ikan lele jantan memiliki alat kelamin yang bentuknya panjang dengan satu lubang, tubuh ramping, dan warnanya bercahaya. Sedangkan induk ikan lele betina memiliki alat kelamin yang bentuknya membulat dan terdapat dua lubang, tubuh lebih pendek dari induk lele jantan, dan warna lebih kusam.

 

2. Pembesaran

Jangka waktu pemeliharaan ikan lele tergantung dari ukuran benih waktu mulai dipelihara dan ukuran atau berat ikan lele konsumsi yang akan dipanen.

 

3. Panen dan Pascapanen

Waktu panen bisa dilakukan pada pagi hari saat matahari belum panas. Cara panen yang baik adalah dengan menyurutkan air kolam secara perlahan dengan membuka pintu pengeluaran air yang sudah dipasangi saringan agar benih tidak terbawa arus air. Sebelum dipasarkan, ikan lele harus dibiarkan atau diberok dahulu selama semalam agar benih atau ikan lele konsumsi tidak stress sehingga kondisi tubuhnya segar.

Sumber gambar: http://www.rradio.co.id/images/content/berita/lele.jpg

Pengangkutan ikan lele ada 2 cara yaitu cara tertutup dan cara terbuka. Cara tertutup diterapkan untuk pengangkutan ikan lele ukuran kecil atau jarak angkutnya jauh. Wadah angkutnya berupa kantung plastic berisi air sebanyak ¼ bagian dan oksigen. Kebutuhan oksigen tergantung dari jarak dan waktu pengangkutan. Untuk jarak jauh biasanya membutuhkan oksigen sebanyak 2/3 bagian kantung plastik dan ½ bagian kantung plastik untuk jarak dekat. Pengangkutan cara terbuka diterapkan untuk ikan lele berukuran besar atau jarak angkutnya dekat. Wadah angkut berupa tong plastik yang diisi air sebanyak ¼ bagian.

Sumber gambar: https://tunglur.files.wordpress.com/2010/01/persiapan-pengiriman-keluar-kota.jpg

4. Pakan

Pakan alami ikan lele adalah zooplankton, fitoplankton, tanaman air (ganggang), binatang  berukuran kecil (udang, jentik-jentik, nyamuk, larva, cacing, ikan kecil dari jenis lain atau jenis ikan lele sendiri) dan sisa bahan organik yang masih segar. Ikan lele juga mau makan limbah seperti limbah pertanian, limbah rumah tangga, limbah industri bahan makanan (sisa nasi, lauk, ampas lkelapa, ampas tahu), dan limbah peternakan (kotoran ternak, sisa pakan). Selain itu, pakan buatan pabrik atau pelet merupakan pakan yang cocok untuk ikan lele karena mengandung nutrisi komplit dan disukai oleh ikan lele, tetapi karena harganya yang relatif mahal penggunaan pakan pelet harus diperhitungkan mengingat pakan (pelet) merupakan komponen biaya terbesar dalam pemeliharaan ikan lele.

Pelet merupakan pakan ikan lele yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup komplit. Pelet mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi antara lain protein 25%, lemak 10 – 25%, karbohidrat 10 – 20%, serta vitamin dan mineral 1% tergantung pabrik pembuatnya. Biasanya, pabrik sudah membuat komposisi pelet sesuai umur ikan lele, peternak lele tinggal memilih pakan yang sesuai. Selain itu, pelet mempunyai bentuk dan kemasan yang ideal sehingga disukai ikan lele dan tidak mudah hancur di dalam air.

Karena pelet merupakan bahan organik yang dapat terurai dalam air, pemberian pelet tidak boleh berlebihan. Penguraian bahan-bahan dalam pelet dapat mengurangi kadar oksigen serta meningkatkan kandungan H2S dan CO2 di dalam air. Sebagai patokan, jumlah pakan yang diberikan setiap hari sekitar 3 – 5% dari berat ikan lele secara keseluruhan. Pakan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore/malam dan sebaiknya dihindari pemberian pakan pada saat terik matahari karena dapat mengurangi nafsu makan lele (mengingat sifat ikan lele adalah nocturnal).

Peternak tradisional biasanya memberikan pakan tambahan yang mengandung protein (misalnya dedak, bungkil kacang, bungkil kelapa, daun-daunan, dsb) utuk mempercepat pertumbuhan ikan lele. Sering juga peternak ikan lele memberi bekicot sebagai tambahan pakan untuk ikan lele.


Sumber penulisan:

Suryani. 2006. Budidaya Ikan Lele. Yogyakarta: Penerbit Citra Aji Parama

Dari berbagai sumber


Info produk:

AQUA BOOSTER merupakan suplemen (supplement) alami khusus ikan dan udang yang menyediakan natural vitamin, chelated mineral, antioksidan (antioxidant), asam organik (organic acids), enzim (plant based enzymes), nukleotida (nucleotides), mannan oligosaccharide (MOS), beta glucan, plant sterols, serta nutrisi-nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan ikan dan udang untuk mengoptimalkan pertumbuhan, produksi, reproduksi, serta kesehatan ikan dan udang.

 

AQUA BOOSTER sangat disarankan untuk budidaya:

  • Perikanan air tawar: ikan mas, ikan nila, ikan gurami, ikan lele, ikan patin, ikan bawal, udang galah, dll
  • Perikanan air payau: ikan bandeng, ikan kakap putih, udang windu, udang vannamei, dll
  • Perikanan air laut / marikultur: ikan kerapu macan, ikan kerapu sunu, ikan kerapu bebek, ikan napoleon, udang lobster, dll

Manfaat

  • Mempercepat pertumbuhan ikan/udang muda
  • Meningkatkan daya cerna dan efisiensi penggunaan pakan
  • Meningkatkan daya tahan tehadap penyakit dan stres lingkungan
  • Meningkatkan performa reproduksi induk jantan dan betina
  • Mengurangi angka kematian dan
  • Menekan/mengurangi bau kolam

Katalog produk peternakan dan info selengkapnya klik link berikut AQUA BOOSTER – Suplemen Ikan dan Udang

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *